Kamis, 09 April 2015

Suamiku Surgaku

Ia tidak hanya pandai menuntut istrinya agar menjadi seorang wanita baik seperti yang diinginkannya, tetapi ia lebih banyak memberi contoh yang baik dalam rumah tangganya.

Ketika seorang suami menginginkan istrinya menjadi seorang wanita yang bertakwa kepada ALLAH, maka ia terlebih dahulu mencontohkan dirinya sebagai seorang imam yang bertakwa.

Ketika seorang suami menginginkan istrinya menjadi wanita yang penuh hormat kepadanya, maka ia menjadikan dirinya sebagai seorang imam yang selalu menghargai istrinya.

Ketika seorang suami menginginkan istrinya menjadi wanita yang selalu setia, maka ia memposisikan dirinya sebagai seorang imam yang tidak mudah tergoda kepada wanita lainnya.

Dan ketika seorang suami menginginkan istrinya menjadi wanita yang penuh kasih sayang dalam keluarganya, maka ia menjadikan dirinya sebagai suami yang penuh perhatian kepada istri dan juga anak-anaknya.

Bagaimanapun seorang ISTRI akan lebih banyak mengikuti apa yang dicontohkan oleh SUAMInya.

Untuk jadi renungan para suami & calon suami, Semoga bermanfaat.
BarakaAllah fiikum.
(Diringkas dari nasihat seorang ayah kepada putranya yang hendak menikah)

Aku hanya wanita biasa

Bismillahirrohmannirrohim...

Kepadamu yang akan menjadi pendampingku kelak,
Terima kasih karena telah memilihku di antara ribuan bidadari di luar sana yang siap untuk kau pilih.
Padahal kau begitu tahu, aku hanya wanita biasa, yang sangat jauh dari sempurna.
Karenanya ku ingin kau tahu, aku bukan wanita yang sempurna, aku begitu banyak kekurangan. 

Maka ketahuilah,
Kepadamu yang akan memilihku kelak..

Aku tak sebijak Siti Khadijah, karenanya ku ingin kau tahu, aku bisa saja berbuat salah dan begitu menyebalkan kamu.
Maka ku mohon padamu...
• bijaklah dalam menghadapiku,
• jangan marah padaku,
• nasihati aku dengan hikmah, karena bagiku kaulah pemimpinku, tak akan berani ku membangkang padamu..

Duhai kau yang telah memilihku kelak..
Ingatlah, tak selamanya aku dapat tampak cantik di matamu, ada kalanya aku akan begitu kusam dan jelek. Mungkin karena aku begitu sibuk bekerja di dapur, menyiapkan makan untuk kau dan anak-anak kita nanti –Insha’Allah-
Maka aku akan tampak kotor dan berbau asap atau karena seharian ku harus menghiasi istana kecil kita, agar kau dan anak2 kita dapat tinggal dengan nyaman dan sempurna.
Maka mungkin aku tak sempat berdandan untuk menyambutmu ketika kamu pulang bekerja..
Ataukah kau akan menemukanku terkantuk kantuk saat mendengar keluhan dan ceritamu, bukan karena aku tak suka menjadi tempatmu menumpahkan segala rasamu, tapi karena semalam saat kau tertidur dengan nyenyak, aku tak sedetikpun tertidur karena harus menjaga malaikat kecil kita yang sedang rewel, dan ku tau kau letih mengais rezeki untuk kami maka tak ingin ku mengusik sedikit pun lelapmu..
Jadi jika esok pagi kau mendapatiku begitu letih dan ada lingkaran hitam di mataku, maka tetaplah tersenyum padaku, karena kau adalah kekuatanku..

Padamu yang menjadi nahkoda dalam hidupku kelak..

Ketahuilah, aku tak sesabar Fatimah...
ada kalanya kau akan menemukanku begitu marah, menangis dan tak terkawal..
Bukan... bukan karena ku membangkang padamu, tapi aku hanya wanita biasa, aku juga perlukan tempat untuk menumpahkan beban di hatiku, tempat untuk melepaskan penatku, dan mungkin saat itu aku tak menemukanmu, atau kau begitu sibuk dengan pekerjaanmu, maka bersabarlah, yang ku perlukan hanya pelukan dan belaianmu.. Karena bagiku kau adalah titisan embun yang mampu memadamkan segala resahku..

Ataukah ada kalanya tanganku akan mencubit dan memukul pelan si kecil karena lelah dan penatku di tambah rengekannya yang tak habis-habisnya. Sungguh bukan karena ku ingin menyakitinya, tapi kadang aku kehabisan cara untuk menenangkan hatinya. Maka jangan membentakku karena telah menyakiti buah hati kita, tapi cukup kau usap kepalaku, dan bisikkan kata sayang di telingaku, karena dengan itu ku tau kau selalu menghargai semua yang ku lakukan untuk kalian, dan kau akan menemukanku menangis menyesali perlakuanku pada anak2 kita, dan aku akan merasakan ribuan kali rasa sakit dari cubitan yang ku berikan padanya, dan aku akan berjanji tak akan mengulanginya lagi..

Padamu yang menjadi imam dalam hidupku kelak..

Ketahuilah, aku tak secerdas Aisyah..
• Maka jangan pernah bosan mengajariku, membimbingku ke arah-Nya, walau kadang aku begitu bebal dan bodoh, tapi jangan pernah letih mengajariku..
• Jangan segan membangunkanku di sepertiga malam untuk bersamamu bermunajat pada Kekasih yang Maha Kasih..
• Jangan letih mengingatkanku untuk terus bersamamu meraih pahala dalam amalan-amalan sunnah.. Bimbing tanganku ke JannahNya, agar kau dan aku tetap bersatu di dalamnya.

Padamu yang menjadi kekasih hati dan teman dalam hidupku..

Seiring berjalannya waktu, kau akan menemukan rambutku yang dulu hitam legam dan indah, akan menipis dan memutih.
Kulitku yang bersih akan mulai berkedut.
Tanganku yang halus akan menjadi kasar..
Dan kau tak akan menemukanku sebagai wanita cantik, yang kau khitbah puluhan tahun yang lalu..
Bukan wanita muda yang selalu menyenangkan matamu..
Maka jangan pernah berpaling dariku..
Karena satu yang tak pernah berubah, bahkan sejak dulu akan terus bertambah rasa cintaku padamu..

Ketahuilah.. Tiap harinya, tiap jam, menit dan detiknya, telah aku lewati dengan selalu jatuh cinta padamu..
Maka, cintailah aku, dengan apa adanya aku..
Jangan berharap aku menjadi wanita sempurna..
Maafkan aku karena aku bukan putri.. Aku hanya wanita biasa..

Maka,terimalah aku seadanya wahai calon imamku..inshaAllah, semoga kasih sayang kita kekal berpanjangan sampai syurga.
 
Aaamiinn Ya Rabbal'alamin... 

Selasa, 02 September 2014

Baru vs Lama

Yang baru kelihatan lebih bagus dibanding yang lama.
Hehe.., padahal yang lama awalnya juga begitu kan..?
Bosan dengan yang lama..?
 

Coba perhatikan..!!
kenapa kamu tidak bosan setiap hari makan nasi..?
Tentu saja karena nasi itu ada tambahan lauk yang berbeda setiap hari.

Bosan dengan yang lama..?
Buatlah lauk yang berbeda..! Berimprovisasilah..! Penghuni bumi tidak pernah bosan setiap hari disinari Matahari yang sama. Karena Matahari selalu tampil beda disaat pagi, disaat siang, disaat sore, saat senja & disaat malam hari.

DIMANAKAH AKU BERADA...??

"Akan datang suatu masa. Aku khawatir terhadap masa itu. Dimana keyakinan hanya tinggal didalam pemikiran. Dimana keimanan tak berbekas dalam perbuatan. Banyak orang baik tapi tak berakal. Ada pula yang berakal tapi tak beriman. Ada yang lidahnya fasih tapi hatinya lalai. Ada pula yang khusyu' tapi sibuk menyendiri. Ada ahli ibadah tapi mewarisi kesombongan iblis. Ada pula ahli maksiat tapi rendah hati. Ada yang bahagia tertawa tapi hatinya berkarat. Ada pula yang sedih menangis tapi kufur nikmat. Ada yang murah senyum tapi hatinya mengumpat. Ada pula yang berhati tulus tapi wajahnya cemberut. Ada yang berlisan bijak tapi tidak memberi teladan. Ada pula pelacur tapi menjadi figur. Ada yang memiliki ilmu tapi tidak paham. Ada pula yang paham tapi tidak menjalankan. Ada yang pintar tapi membodohi. Ada pula yang bodoh tapi tidak tahu diri. Ada yang beragama tapi tidak berakhlak. Ada pula yang berakhlak tapi tidak ber-TUHAN. (Ali bin Abi Thalib)".
Lalu,,, diantara semuanya itu, DIMANAKAH AKU BERADA..?.